Akhirnya menyambung kelanjutan post sebelumnya. Pulang dari Sukabumi diare, dan baru sekarang muncul niatan menulis lagi haha… Langsung saja kita mulai!
Tidur saya di pondok tidak nyenyak, demikian juga teman-teman yang lain. Udara malam sangat dingin, terdengar bunyi aliran sungai di belakang pondok, ditambah gigitan nyamuk. Bunyi aliran sungai sebenarnya asik untuk didengar, back to nature banget, tapi kalau malam ternyata bunyinya seperti hujan deras.
Usai sarapan, kami berangkat ke starting point sekitar pukul 09:00 WIB. Di pondok mengenakan semua perlengkapan rafting: jaket pelampung, helm, dan dayung, lalu diantar naik pickup. Ini pertama kali saya naik rafting, lumayan takut, rasanya ingin membatalkan saja.
Berhubung debit air sedang agak surut, 1 perahu hanya bisa diisi 4-5 orang. Kelompok kami yang ber-6 dibagi ke dalam 2 perahu. Perahu saya berisi saya, Andre, Hutami, dan 2 orang pemandu.
Rute sungai Citarik asik banget. Sepanjang sungai masih hijau banyak pepohonan. Jalur bergantian antara air tenang dan jeram. Di perjalanan ada 2 lokasi untuk berenang.
Perjalanan kami berlangsung 12km, sekitar 1.5 jam. Waktu berlalu tidak terasa, seperti baru 30 menit. Di titik finish disediakan kelapa muda. Nikmat sekali minum kelapa, karena ternyata rafting cukup menguras tenaga.
Akhir tahun rasanya ingin kembali rafting lagi di Citarik. Konon bulan Desember-Februari air tinggi, jadi rute bisa sampai 17km. Lebih puas pastinya!

Leave a Reply