Pendidikan Dimulai di Keluarga
Pepatah itu saya rasa benar adanya. Pendidikan di keluarga bisa berbentuk ajaran – apa yang diajarkan dan tidak diajarkan -, atau lebih powerful lagi contoh dari orang tua.
Contoh, ada seorang teman saya yang merasa biasa saja kalau tidak sikat gigi. Konon sumber nya dari orang tua, yang memang tidak mengajarkan / mendisiplin untuk rutin menyikat gigi. Berbeda dengan orang tua saya, yang mendengar itu langsung berkomentar, “Orang tua harusnya mengajar sikat gigi ya”.
Saya concern dengan menyikat gigi. Justru saya kurang concern dengan kebersihan lantai di kantor. Dipikir-pikir, sumbernya juga dari keluarga. Lantai kamar saya biasa dipel oleh karyawan toko Ibu. Kalau karyawan tidak ngepel, saya cuek, Ibu juga cuek. Akhirnya saya cuek juga dengan kebersihan lantai di kantor, sampai akhirnya ada rekan yang concern untuk memanggil pembantu harian ke kantor.
Apakah pendidikan berakhir di keluarga? Tentu tidak. Contohnya di kantor saya belajar tentang menjaga kebersihan lantai. Di komunitas-komunitas lain saya juga mendapat pendidikan lain yang positif.
So untuk orang tua, ajaran dan contoh Anda sangat menentukan kehidupan anak Anda. Untuk kita semua, jangan berhenti belajar di rumah, terus belajar dari lingkungan-lingkungan lain yang membangun.
Leave a Reply