Kemarin malam, teman gue kehilangan kunci kosannya. Sambil menemani mencari, gue penasaran dan bertanya, “Sebelumnya pernah hilang?”. Dan teman gue jawab pernah, sampai dimarahin bapak kosannya.
Kejadian ini bikin gue teringat dengan habit alias kebiasaan. Ada pernyataan kebiasaan membentuk karakter, karakter menentukan masa depan kita. Untuk membentuk kebiasaan diperlukan persistendi dan repetisi.
Salah satu yang paling sederhana, gue orangnya kadang pelupa. Beberapa kali kunci rumah tertinggal di kantor, dan kadang kelabakan sendiri mencari-cari, sampai kena omel nyokap gue. “Waktu nya berubah”, batin gue waktu itu. Akhirnya gue membentuk kebiasaan menyimpan kunci rumah di tas setiap kali gue sampai kantor. Biasanya kunci gue taro di meja dulu. Akhirnya seteleh beberapa minggu, kebiasaan sudah terbentuk, gue ga pernah ketinggalan kunci rumah lagi.
Gue rasa kebiasaan bisa dibentuk untuk hal-hal yang berkaitan dengan karakter kita. Orang yang tadinya pemalu bisa membiasakan diri untuk berbicara dengan orang, sampai jadi orang yang malu-maluin. Orang yang kaku bisa membiasakan diri untuk rileks dan bercanda. It takes time, tapi pasti bisa asalkan ada persistensi untuk melakukan repetisi.
Bagaimana menurut Anda?
Leave a Reply