Leadeship Series kali ini mengusung tema “Menggesitkan Birokrasi” dengan salah satu narasumber Gita Wirjawan, menteri perdagangan Kabinet Indonesia Bersatu 2. Gita Wirjawan adalah narasumber yang sangat sesuai, mengingat beliau berasal dari swasta, pihak yang kadang mengalami kesulitan dengan berbelitnya birokrasi di pemerintah.
Sebelum menjadi menteri perdagangan, Gita menjabat di Badan Koordinasi Penanaman Modal Indonesia (BKPM). Berbagai perubahan dilakukan untuk meningkatkan kualitas kinerja BKPM, salah satu tujuannya adalah untuk mempercepat waktu pelayanan. Gita mendorong penggunaan teknologi kepada karyawan BKPM, misalnya penggunaan PDA dan email. Setiap karyawan harus merespon email dalam 1×24 jam. Hal ini tentunya mempermudah komunikasi antar karyawan BKPM.
Perubahan umumnya mendapat perlawanan, demikian juga dialami Gita dengan pendekatannya yang dapat dikatakan radikal. Gita pernah diprotes karyawan, didemo, bahkan dipanggil oleh anggota DPR. “Kita harus tegar menghadapi orang yang ingin meretakan kita. Kita harus memegang prinsip”, ujar beliau.
Menggesitkan birokrasi membutuhkan sosok great leader, tidak cukup good leader saja. Great leader memiliki common sense, fearless, dan positivity. Great leader memiliki visi yang besar dan optimis (fearless), namun tetap rasional dalam melihat keadaan dan sumber daya yang dimiliki. Great leader memiliki hati nurani yang jelas (common sense), berani mengambil keputusan dengan mempertimbangkan kebaikan orang di sekitarnya. Leader yang tidak memberikan teladan baik akan kehilangan kredibilitas, “dan there goes your leadership”, ujar Pak Menteri.
Ketika menjabat sebagai menteri perdagangan, prinsip yang sama diterapkan seperti ketika Gita menjabat sebagai ketua BKPM. Karyawan di kementrian diberikan pelatihan bahasa, beasiswa ke luar negeri, dan internship, selain itu seleksi pegawai dibuat lebih ketat. “IP minimal 3.5, TOEFL minimal 600″, imbuh beliau. Pengembangan SDM sangat penting untuk instansi / perusahaan, karena umumnya akar dari masalah adalah SDM.
Improvement yang dilakukan Pak Menteri mulai membuahkan hasil. Seratus staff kementrian perdagangan memiliki skor TOEFL di atas 600. Tentunya kemampuan bahasa Inggris yang baik akan mendukung tugas karyawan kementrian ketika bernegosiasi dengan pihak dari luar negeri. Selain itu perijinan saat ini jauh lebih cepat, misalnya ijin ekspor impor dapat selesai dalam hitungan jam.
Salah satu kiat memotivasi anak buah adalah dengan berbagi kegagalan, “your failure is my failure. Your success is dedicated to you”. Berdasarkan pengakuan Gita Wirjawan, prinsip ini hampir selalu berhasil dalam memotivasi.
Leave a Reply