Apa lu punya kebiasaan buruk? Gw punya satu kebiasaan buruk yang cukup berbahaya: gw suka tertidur waktu menyetir, entah menyetir mobil atau motor. Biasanya gw tidak tertidur lama, hanya sepersekian detik, lalu bangun kembali. Supaya tidak tertidur kadang gw sampai menyanyi keras-keras, atau bahkan mencubiti lengan sendiri. Kebiasaan tertidur ini seingat gw dimulai sejak gw kuliah, dan syukur selama kurang lebih 3 tahun gw ‘selamat’ dan belum pernah menabrak sekalipun.
Seperti istilah sepintar tupai melompat akhirnya jatuh juga, akhirnya kebiasaan tertidur gw berakibat fatal. Kejadiannya pertengahan 2009 di suatu malam setelah gw pergi makan bersama teman-teman gw. Dengan cerobohnya gw tertidur di bilangan Bungsu dan jgerrr…. gw menabrak sebuah becak yang melaju melawan arus. Kejadiannya seperti mimpi, ketika tersadar gw sudah terkapar di aspal. Gw belum merasakan sakit, tapi ada suatu cairan di tepian mulut gw. Waktu gw usap dengan tangan, gw terkejut setengah mati karena cairan merah tersebut adalah darah yang mengalir dari mulut gw.
Waktu itu sekitar pk 23.00, jalanan sepi, tapi untungnya ada beberapa orang yang datang menolong. Gw beranjak dari aspal, lalu duduk di trotoar untuk memulihkan diri dari shock dan menyakinkan diri ini bukan halusinasi. Waktu sudah merasa lebih tenang, gw datangi becak dan drivernya yang gw tabrak. Tukang becaknya untuk tidak apa-apa, tapi roda becaknya bengkok hingga 60 derajat. Setelah ba-bi-bu, akhirnya gw kasi 20rb ke tukang becak untuk dya memperbaiki roda becaknya.
Ceritanya selesai? Belum… Gw segera pulang ke rumah dengan kondisi setang motor yang bengkok, lalu berkaca untuk memeriksa ada apa gerangan dengan mulut gw yang berdarah-darah. Selidik punya selidik, ternyata darah mengalir dari gusi gw sobek (mungkin mulut gw beradu dengan dashboard motor waktu insiden terjadi), dan gw sudah mulai merasakan ngilu di yang tidak tertahan. Gw segera membangunkan nyokap gw tanpa ingin menimbulkan kepanikan, lalu nyokap gw mengantar gw ke RS Borromeus. Pemeriksaan ibu dokter Boromeus menyatakan gusi gw tidak perlu dijahit (i’m very relieved), tapi gw perlu disuntik tetanus untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.
Setelah kejadian itu, gw tidak mau lagi main-main dengan yang namanya tertidur, apalagi tertidur ketika berkendara. Ketika gw merasa mengantuk, gw memilih diantar atau naik kendaraan umum. Dan in the end gw bersyukur karena gw ‘cuma’ menabrak becak, bukan mobil, apalagi orang.
Leave a Reply