Pagi ini gue ke car free day dago bareng teman gue, beliau seorang entrepreneur alumni SBM ITB. Kita ngobrol banyak hal, dan sharing perkembangan bisnis masing-masing. Gue cerita rencana gue buat bisnis gue, produk yang lagi gue bikin, masalah yang lagi gue alamin. Gue cerita komunitas yang lagi gue ikutin, dan yang akan gue ikutin.
Sesudah dua kali keliling car free day and lots of chit chat, teman gue bilang ada satu yang (menurut dia) kurang di gue: fokus. Banyak hal yang gue mau kerjain, yang kemungkinan berakhir ga ada hal yang selesai dengan maksimal. Sebaiknya dari sekian banyak list yang mau dikerjakan, di-sort mana yang bener-bener perlu. Dari yang bener-bener perlu, disort 1 sampai 2 hal yang diselesaikan dulu, baru move on to the next lists.
It’s quite shocked me. Gue teringat satu statement mentor gue: Jepang abis perang berkomitmen lebih baik 1% dalam 1 hari. Gue teringat komentar teman gue yang lain klo terlalu banyak hal yang gue kerjakan. Maybe ini waktunya buat gue bertobat.
Well, kadang gue terobsesi mengerjakan banyak hal dan terlihat sibuk. Meeting sana, meeting sini, acara sana, acara sini. But… busy ga berarti efektif. Ga efektif berarti gue menghabiskan waktu hidup gue yang sangat berharga. Dan gue ga mau gue capek dan habis waktu buat sesuatu yang sia-sia.
So… fokus fokus fokus!
Leave a Reply