Beberapa hari yang lalu gue pulang dari luar kota naik travel, sampai rumah jam 3:30 AM. Gue menunggu di depan rumah sambil menunggu pintu dibukakan.
Suddenly, ada seorang bapak lewat depan rumah gue. Agak was-was, soalnya ga semua orang masih keluyuran subuh-subuh (mungkin perkecualian di bulan puasa). Gue positif thinking aja, mungkin satpam atau hansip. Bapaknya berhenti di dekat gue. Semakin gue tidak tenang. Akhirnya gue memecah kesunyian, “patroli Pak?”, tanya gue. “Biasa lah”, jawab si bapak. Akhirnya percakapan mengalir… dari mana? naik apa? travel nya berapa? oh istri saya dari kota x.. dst dst.. Sampai nyokap gue membukakan pintu. Masuklah gue ke dalam rumah sambil pamit ke bapak nya.
“Baik ya supirnya nungguin”, kata nyokap gue. Bukan hansip toh!? “Ga pernah liat sebelumnya”, kata nyokap gue. Yahh… gue ambil positifnya aja. Untung situasi berjalan terkendali, tapi mungkin memang si bapak orang baik-baik juga.
Leave a Reply