Minggu kemarin seorang mentor berbagi pengalaman beliau tentang Tuhan yang adalah penyedia, memberikan apa yang kita butuhkan tepat pada waktunya. Kisahnya cukup ekstrim, salah satunya ketika kondisi keuangan sedang sulit dan orang tuanya membutuhkan dana, lebih dari saldo yang ada di tabungan beliau. Mentor saya ketika itu mengambil keputusan untuk meng-iya-kan dulu, dengan iman Tuhan ingin dia membantu orang tua, dan Tuhan yang akan memberikan jalan.
Dana dibutuhkan untuk besoknya. Singkat cerita 1 hari berlalu, 2 hari berlalu. Orang tua terus menelpon. Tiba-tiba pada hari ke-3 ada yang membayar hutang tanpa ditagih, lebih daripada kebutuhan orang tuanya.Apakah kita harus selalu memberikan kepada orang yang meminta? Tentunya tidak. Pesan moralnya untuk senantiasa berharap kepada Tuhan, baik hal-hal besar maupun hal-hal kecil, hal finansial dan hal-hal lainnya.Hari ini saya mengalami kejadian yang cukup menyenangkan. Seorang teman resepsi, bukan teman yang dekat. Dari siang saya mencari teman yang bisa diajak menemani ke resepsi. Malam ini sepertinya semua orang sibuk, setiap orang sudah punya jadwal masing-masing. Saya memutuskan untuk tetap datang, untungnya di depan pintu masuk bertemu teman lain jadi tidak terlalu awkward di resepsi ini haha… Hal yang sederhana, tapi melegakan.
Leave a Reply