Dua hari ini saya membaca “Timekeeper”, sebuah buku fiksi karangan Mitch Albom. Buku yang bagus banget dan mengandung nilai kehidupan. Seperti “Tuesday With Morry”, buku ini memberikan pandangan lain tentang kehidupan. Begitu mulai membaca kita akan sulit untuk berhenti karena akhir setiap bab membuat penasaran akan kelanjutan pada bab berikutnya.
Buku ini bercerita tentang Dor, Sarah Lemon, dan Victor Delamonte. Dor adalah seorang pria diceritakan hidup pada jaman yang belum mengenal konsep jam, hari, dan kalender. Diceritakan Dor adalah orang yang menemukan konsep hari melalui bayangan tongkat matahari, dan konsep jam melalui debit air pada mangkok yang dilubangi.
Sarah dan Victor hidup di jaman ini. Sarah adalah gadis berusia 17 tahun: pintar, nerd, tidak memiliki teman di college, dan terobsesi pada seorang cowok populer di sekolahnya. Victor adalah orang terkaya ke-14 di dunia, memiliki seorang istri, dan tengah menunggu ajal karena menderita kanker. Victor ingin bisa sembuh dan hidup kekal.
Singkat cerita, konsep waktu yang ditemukan oleh Dor mengubah jalannya dunia ini. Dor dijadikan oleh Tuhan sebagai Father Time, sosok yang kekal, lalu bertemu dengan Sarah dan Victor. Sarah yang ingin sedikit waktu karena tidak puas dengan kehidupannya. Victor yang menginginkan waktu lebih panjang, ingin hidup abadi meneruskan kerajaan bisnis nya.
The problem is, Sarah dan Victor tahu konsep waktu, tapi tidak mengerti makna yang sebenarnya dari waktu. Sarah merasa sendirian dan terbuang karena ditolak oleh si cowok. Actually akhirnya Sarah disadarkan bahwa dia tidak pernah sendirian. Ada orang-orang yang memperhatikan dia seperti ibunya dan orang-orang di community service. She never realized it. Victor menginginkan kehidupan di masa depan, lupa kalau saat ini ada istri yang sangat mencintai dia. Hidup kekal is sucks kalau tidak ada lagi orang yang kita kenal.
Pesan yang saya dapat dari buku ini, kita harus menyadari apa yang kita miliki saat ini, dan bersyukur. Live our life, not just measuring it. Tuhan membatasi hari manusia, supaya manusia menghargainya.
Leave a Reply